BERITA & ARTIKEL
Program DOTS untuk TB
 
 

Setiap Tanggal 24 Maret, seluruh dunia memperingati World TB Day atau hari TB sedunia sebagai penghormatan ilmuwan Jerman, Robert Koch yang pada 24 Maret 1882 mempersentasikan penemuan Mycobacterium Tuberculosis (M.tb), penyebab penyakit Tuberkolosis. Penyakit TB adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman M.tb, penyakit ini sebagian besar menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Di Indonesia, TB merupakan penyebab kematian utama setelah penyakit jantung dan saluran napas. Risiko penularan setiap tahun (Annual Risk of Tuberculosis Infection-ARTI) di Indonesia dianggap cukup tinggi bervarisi antara 1-2%. Pada daerah dengan ARTI sebesar 1% berarti setiap tahun diantara 1000 penduduk, 10 (sepuluh) orang akan terinfeksi. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi penderita TB adalah daya tahan tubuh yang rendah. diantaranya karena keadaan gizi yang buruk, diabetes melitus atau menderita infeksi virus HIV/AIDS. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (Cellular Immunity), sehingga jika terjadi nfeksi oportunistik seperti tuberkolosis, maka yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang yang terinfeksi HIV meningkat, maka angka jumlah penderita dan penularaan TB di masyarakat akan meningkat pula.

Pemberantasan TB dengan Strategi DOTS

Pemberantasan TB sebenarnya telah dimulai sejak lama tapi hasilnya belum menggembirakan. Seblum ada strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) cakupan program sebesar 56% dengan angka kesembuhan yang dapat dicapai hanya 40-60%. Karena pengobatan yang tidak teratur dan kombinasi obat yang tidak cukup di masa lalu, kemungkinan telah timbul kekebalan kuman TB atau Multi Drug Resistance (MDR) terhadap Obat Anti Tuberkolosis (OAT) secara meluas.

DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) adalah pengawasan langsung pengobatan jangka pendek, yang kalau kita jabarkan pengertian DOTS dapat dimulai dengan keharusan setiap pengelola program tuberkulosis  untuk direct attention dalam usaha menemukan penderita dengan kata lain mendeteksi kasus dengan pemeriksaan mikroskop. Kemudian setiap penderita harus di observed dalam memakan obatnya, setiap obat yang ditelan penderita harus di depan seorang pengawas. Selain itu tentunya penderita harus menerima treatment yang tertata dalam sistem pengelolaan, distribusi dengan penyediaan obat yang cukup. Kemudian, setiap penderita harus mendapat obat yang baik, artinya pengobatan short course standard yang telah terbukti ampuh secara klinis. Akhirnya, harus ada dukungan dari pemerintah yang membuat program penanggulangan tuberkulosis mendapat prioritas yang tinggi dalam pelayanan kesehatan.

 

Strategi DOTS

 

DOTS mengandung lima komponen, yaitu:

 

  1. Komitmen pemerintah untuk mendukung pengawasan tuberkulosis.
  2. Penemuan kasus dengan pemeriksaan mikroskopik sputum, utamanya dilakukan pada mereka yang datang ke pasilitas kesehatan karena keluhan paru dan pernapasan.
  3. Cara pengobatan standard selama 6 – 8 bulan untuk semua kasus dengan pemeriksaan sputum positif, dengan pengawasan pengobatan secara langsung, untuk sekurang-kurangnya dua bulan pertama.
  4. Penyediaan semua obat anti tuberkulosis secara teratur, menyeluruh dan tepat waktu.
  5. Pencatatan dan pelaporan yang baik sehingga memungkinkan penilaian terhadap hasil pengobatan untuk tiap pasien dan penilaian terhadap program pelaksanaan pengawasan tuberkulosis secara keseluruhan

Kesimpulan

  1. Sampai saat ini DOTS adalah strategi yang paling baik untuk memberantas TB.
  2. DOTS harus diimplementasikan di semua sektor layanan kesehatan antara lain puskesmas, klinik paru, dokter praktek swasta dan rumah sakit.
  3. Tim DOTS Rumah Sakit harus dibentuk untuk mengkoordinasikan kegiatan jejaring internal (internal linkage) dan jejaring eksternal (external linkage).
  4. Dengan ada program DOTS di rumah sakit, angka CDR dan CR diharapkan meningkat.

 

 
 
     
 
KONTAK KAMI
RSUD KOTA SALATIGA
Jl. Osamaliki No.19 Salatiga
Telp. (0298)-324074, Fax. (0298)-324074
Email : rsud.kotasalatiga@gmail.com