BERITA & ARTIKEL
DIARE
 
 

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (tiga atau lebih perhari) yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Jika ditilik definisinya, diare adalah gejala buang air besar dengan kosistensi feses (tinja) lembek atau cair, bhakan dapat berupa air saja. Seperti diketahui, pada kondisi normal, orang biasanya buang air besar sekali atau dua kali dalam sehari dengan kosistensi feses padat atau keras.

Berikut ini adalah jenis-jenis dari penyakit diare:

  • Diare Akut

Diar akut merupakan diare yang disebabkan oleh virus yang disebut Rotaviru yang ditandai dengan buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensi biasanya (tiga kali atau lebih dalam sehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare Rotavirus ini merupakan virus usus patogen yang menduduki urutan pertama sebagai penyebab diare akut pada anak-anak.

  • Diare Bermasalah

Diare bermasalah merupakan diare yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi. Penularan secara fecal-oral, kontak dari orang ke orang atau kontak orng dengan alat rumah tangga. Diare ini umumnya diawali oleh diare cair kemudian pada hari kedua atau ketiga baru muncul darah dengan maupun lendir, dan muculnya sakit perut yang diikuti munculnya tenesmus panas disertai hilangnya nafsu makan dan badan terasa lemah.

  • Diare Persisten

Diare persisten merupakan diare akut yang menetap, dimana titik patogenesis diare persiten adalah kerusakan mukosa usus. Penyebab diare persisten sama dengan diar akut.

Beberapa hal dapat menyebabkan diare, antara lain:

  • Minum air tidak dimasak
  • Makan jajanan kurang bersih
  • Makan dengan tangan yang kotor
  • Berak disembarang tempat
  • Menggunakan air kotor untuk keperluan sehari-hari
  • Makanan tidak ditutup sehingga dihinggapi lalat dan terkena debu dan kotoran

Gejala diare adalah tinja yang encer dengan frekuensi empat kali atau lebih dalam sehari, yang kadang disertai:

  • Muntah
  • Badan lesu atau lemah
  • Panas
  • Tidak nafsu makan
  • Darah dan lendir dalam kotoran

Diare yang berlangsung terus selama berhari-hari dapat membuat tubuh penderita mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi. Jika dehidrasi yang dialami tergolong berat, misalnya karena diarenya disertai muntah-muntah, risiko kematian dapat mengancam. Orang bisa meninggal dalam beberapa jam setelah diare dan muntah yang terus menerus. Dehidarasi akut terjadi akibat penderita diare terlambat ditangani.

Muntaber bisa dilakukan dengan mengusahakan lingkungan yang bersih dan sehat.

  • Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting:
    • Sebelum makan
    • Setelah BAB dan BAK
    • Sebelum memegang bayi
    • Setelah menceboki anak
    • Sebelum menyiapkan makanan
  • Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat makan
  • Sebaiknya air yang diminum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan tempat tinggal. Air dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
  • Tutup makanan dan minuman yang disediakan di atas meja
  • Setiap kali habus pergi usahakan selalu mencuci tangan, kaki, dan muka. Biasakan anak untuk makan di rumah dan tidak jajan di sembarangan tempat. Kalau bisa anak diberikan bekal makanan pada saat di sekolah.
  • Buatlah sarana sanitasi dasar yang sehat di lingkungan tempat tinggal, seperti air bersih dan jamban/ WC yang memadai.
  • Pembuatan jamaban harus sesuai persyaratan sanitasi standar.
  • Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga.

Bila sudah terlanjur diare, upaya pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan.

  • Minumkan cairan oralit sebanyak mungkin, lakukan secara sedikit demi sedikit tetapi sering. Apabila tidak ada oralit anda dapat membuat larutan gula garam. Cara membuat larutan gula garam dengan mencampur satu gelas air masak, lalu masukkan dua sendok teh gula pasir dan seujung sendok teh garam dapur.
  • Penderita sebaiknya diberikan makanan yang lunak dan tidak merangsang lambung, serta makanan ekstra yang bergizi sesudah muntaber.
  • Penderita diare sebaiknya dibawa ke dokter apabila diare tidak berhenti dalam sehari.

 

 

 

 

 
 
     
 
KONTAK KAMI
RSUD KOTA SALATIGA
Jl. Osamaliki No.19 Salatiga
Telp. (0298)-324074, Fax. (0298)-324074
Email : rsud.kotasalatiga@gmail.com